This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, February 15, 2013

order Forex: Buy Sell Stop dan Buy Sell Limit

Pada saat melakukan trading forex terdapat beberapa macam perintah order yang perlu diketahui oleh para trader untuk melaksanakan transaksi pada Metatrader, dan perintah order ini dibagi menjadi dua jenis yaitu:

Order secara Langsung (Instant Executions)
Order yang dilaksanakan pada saat itu juga diharga sekarang di market (Running Prices Quote). Dan instant executions terdiri dari perintah order Buy dan order Sell pada market forex.

Pending Orders,
Order yang akan berjalan atau aktif jika menyentuh suatu titik harga tertentu yang telah di setting sebelumnya (ibaratnya seperti membooking posisi tempat terlebih dahulu).

Pending order dibagi menjadi 4 yaitu:

Buy Stop
Buy Stop - Tokotua ForexMemasang (dengan mengorder) BUY diatas harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar grafik dapat bergerak naik lagi agar mendapatkan keuntungan.

Sell Stop
Sell Stop - Tokotua ForexMemasang (dengan mengorder) SELL dibawah harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik dapat bergerak turun lagi agar mendapatkan keuntungan.

Buy Limit
Buy Limit - Tokotua ForexMemasang (dengan mengorder) BUY dibawah harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik agar mendapatkan keuntungan.

Sell Limit
Sell Limit - Tokotua ForexMemasang (dengan mengorder) SELL diatas harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan tomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun agar mendapatkan keuntungan.

Selain perintah-perintah order diatas, pada transaksi forex juga terdapat istilah-istilah berikut untuk pelaksanaan order.
  • Take Profit – biasa disingkat TP : yaitu untuk target profit.
  • Stop Loss – biasa disingkat SL : yaitu untuk membatasi kerugian. (cut loss)
Stop loss pada umumnya sebaiknya dipasang di setiap order yang akan dilakukan, dengan tujuan untuk membatasi kerugian agar tidak semakin terpuruk dan mengalami margin call jika open posisi terkena loss.

Fasilitas Trailing Stop
Trailing Stop yaitu suatu fasilitas yang dimana berguna untuk melindungi profit dari kerugian dengan cara menaikkan stop-lossnya tahap demi tahap secara otomatis berdasarkan dari jarak trailing stop yang telah ditentukan dari awal.

Contoh Trailing Stop (dengan jarak 20 pips)
Dari 1.7575 tersebut berbalik turun maka stop loss anda tidak akan ikut turun, dan kemudian jika turun terus dan menyentuh ke 1.7555 maka posisi anda akan diclose otomatis dengan hasil profit sekitar 55 pips (1.7555 – 1.7500). Jadi dengan trailing stop maka profit atau keuntungan yang diraih bisa lebih maximal tanpa harus khawatir berbalik menjadi loss.

Perintah transaksi diatas dapat dimodifikasi ordernya secara mudah, yang mana jika menggunakan software MetaTrader dapat dimodifikasi dengan cara klik kanan pada posisi order tersebut (di menu terminal di bagian bawah), setelah itu pilih “modify order”. Bila ingin order posisi baru dapat menekan tombol F9 dan untuk bantuan Help dapat menekan tombol F1 pada keyboard.

sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Thursday, January 10, 2013

Kapan dan Dimana Trading Forex Dilakukan?

Kapan & dimana Trading Forex dilakukan - Tokotua ForexPerdagangan valas atau forex trading tidak harus dilakukan melalui bursa sebagaimana perdagangan saham dan futures, namun bisa dilakukan setiap saat melalui telepon atau jaringan elektronik lain. Dengan 24 jam sehari (5 hari seminggu), perdagangan forex dimulai setiap harinya dari sesi market Sydney, lalu kemudian bergerak keseluruh pusat keuangan dunia di Tokyo, London dan New York. Meskipun pasar forex selalu terbuka 24 jam setiap hari, tetapi bukan berarti bahwa pasar selalu aktif. Trader akan mendapatkan keuntungan pada pasar pasar yang aktif (bergerak naik turun), tidak pada pasar pasif. Oleh karena itu, Trader harus bisa mengenal waktu-waktu yang paling baik untuk bertransaksi (melakukan trading).

Pasar Forex (Valuta asing) dapat dibagi menjadi 3 sesi utama, yaitu Sesi Asia (Tokyo), Sesi Eropa (London), dan Sesi Amerika (New York). Berikut tabel jam buka dan tutup masing-masing sesi pasar. Perlu diingat bahwa standar waktu yang digunakan adalah EST (Eastern Time/Waktu Amerika) dan GMT (Greenwich Mean Time/Waktu London).

 Time ZoneESTGMT
 Pembukaan Sesi Tokyo7 PM00:00
 Penutupan Sesi Tokyo4 AM09:00
 Pembukaan Sesi London3 AM08:00
 Penutupan Sesi London12 PM17:00
 Pembukaan Sesi New York8 AM13:00
 Penutupan Sesi New York5 PM22:00

Jika diperhatikan, pada masing-masing sesi ada waktu overlap. Misalnya, sesi Tokyo dan London terjadi overlap 1 jam (08.00 – 09.00 GMT), sedangkan sesi London overlap dengan sesi New York selama 4 jam (13.00 – 17.00 GMT). Pada waktu-waktu overlap itulah volume transaksi meningkat tajam.

Trading session (dalam pip) pasar forex (valuta asing) di 3 negara.

SessionEUR/USDGBP/USDUSD/CHFUSD/JPY
Tokyo667910066
London809912174
New York677810260

Trading session (dalam pip) per Minggu

SessionEUR/USDGBP/USDUSD/CHFUSD/JPY
Minggu24313625
Senin9211014195
Selasa102128162104
Rabu101123158106
Kamis839812177
Jumat809611772

Ada beberapa peringatan (perlu diwaspadai) yang mungkin perlu diketahui sehubungan dengan waktu transaksi:

 Hari Jumat Unpredictable, tidak dapat diprediksi, Tidak selalu,
 tetapi sering kali terjadi hal yang tidak kita inginkan
 Hari Minggu Hanya terjadi sedikit pergerakan (sideway)
 Hari Libur Bank tutup sehingga sedikit sekali transaksi yang mungkin terjadi
 News Report Tidak ada yang mengetahui respon pasar terhadap suatu berita
 (Berita Fundamental) meskipun ada prediksi, tidak menjamin bahwa respons
 pasar sesuai dengan prediksi tersebut

Mata Uang Apa yang diperdagangkan?
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa yang diperdagangkan di pasar Valuta Asing atau Forex Market adalah uang. Apakah semua mata uang diperdagangkan?  Jawabannya YA, Semua mata uang di dunia bisa diperdagangkan tetapi ada beberapa mata uang tertentu yang sangat popular dan menjadi mata uang penggerak perekonomian di dunia, contohnya sebagai berikut:

 SymbolNegaraMata Uang
 USDUnited StatesDollar
 EUREuro membersEuro
 JPYJapanYen
 GBPGreat BritainPound
 CHFSwitzerlandFranc
 CADCanadaDollar
 AUDAustraliaDollar

Salam trading!

sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Sunday, January 6, 2013

Manajemen Resiko Trading

Management Resiko Forex - Tokotua ForexSeperti bidang usaha lainnya, investasi pada forex online trading (FOT) juga memiliki resiko yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk potensi kerugian. Namun demikian, yang menarik dari bisnis ini adalah bahwa tingkat resiko itu dapat diatur sejak awal, sehingga dapat diketahui potensi tingkat kerugian yang akan terjadi.Pengaturan potensi kerugian tersebut dapat dilakukan dengan mengaktifkan fasilitas-fasilitas dalam (FOT), seperti stop loss (menghentikan kerugian) dan locking (mengunci posisi kerugian/keuntungan).

Demikian pula, dengan adanya kebijakan margin trading membuat kita harus meminimalkan resiko dan mendapatkan keuntungan maksimal. Sebab, bila terjadi penurunan modal, perusahaan pialang akan melakukan margin call. Jika tidak melihat adanya kesempatan mendapat keuntungan, kita boleh tidak menyetor modal tambahan, sehingga terhindar dari kerugian yang lebih besar.

Manajemen Resiko yang Sering Digunakan

Cut loss
Suatu tindakan di mana kita melakukan likuidasi posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Umumnya cut loss ini dilakukan pada kisaran kerugian 30 poin sampai 50 poin.
Contoh:
Open buy GBP/USD 1.8850, 1 lot.
Ternyata harga bergerak turun. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pada harga GBP/USD mencapai GBP/USD 1.8820, kita langsung likuidasi posisi tersebut (close sell) dengan kerugian 30 poin (GBP/USD 1.8850 – GBP/USD 1.8820).

Switching
Tindakan di mana kita melakukan likuidasi terhadap posisi pertama, kemudian masuk kembali dengan posisi yang berlawanan dari posisi pertama tadi.
Contoh:
Open buy GPB/USD 1.8550, 1 lot.
Setelah harga bergerak menjadi GPB/USD 1.8840, kita likuidasi posisi tersebut (close sell).
Kemudian, kita open sell pada GPB/USD 1.8840. Dalam kondisi ini kita sudah menderita rugi 10 poin (GPB/USD 1.8850 - GPB/USD 1.8840), namun kita masih memiliki posisi open sell yang kemungkinan memberi keuntungan.

Locking
Tindakan ini sering dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profitloss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position.
Contoh:
Open buy GPB/USD 1.8550, 1 lot.
Ini adalah posisi pertama. Pada saat yang bersamaan, kita melakukan open sell GBP/USD 1.8845, sebagai posisi kedua. Jika kemudian harga menuju GPB/USD 1.8820, dan kita melakukan likuidasi atas kedua posisi open kita, maka pada posisi pertama kita merugi 30 poin (GPB/USD 1.8850 - GPB/USD 1.8820), sedang pada posisi kedua kita untung 25 poin (GPB/USD 1.8845 - GPB/USD 1.8820). Secara neto, kita hanya merugi 5 poin (30 poin – 25 poin).

Averaging
Suatu tindakan mengulangi posisi yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, di mana posisi pertama dibiarkan terbuka.
Contoh:
Open buy GPB/USD 1.8850 1 lot,
Pada saat harga turun kita open position lagi dengan open buy di harga GPB/USD 1.8800.
Waktu harga naik menjadi GPB/USD 1.8900 kita dapat melikuidasi kedua posisi tersebut. Dengan demikian, modal rata – rata kita adalah GPB/USD 1.8825 (GPB/USD 1.8850 + GPB/USD 1.8800/2). Sedang closing price yang kita dapat adalah GPB/USD 1.8900, sehingga, total keuntungan adala 75 poin (GPB/USD 1.8900 - GPB/USD 1.8825).

sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Tuesday, December 11, 2012

Jenis - Jenis Sistem Trading Forex

Pada artikel kali ini akan membahas jenis sistem trading yang sering dipakai dalam pembuatan expert advisor robot trading. Biasanya sistem tersebut dibuat sesuai gaya dan karakter trading masing-masing trader, dan sistem tersebut dikonsepkan ke dalam sebuah program untuk dijadikan robot trading (EA). Oleh sebab itu memahami jenis - jenis sistem trading sebelum membuat expert advisor adalah hal yang penting. Berikut ini adalah beberapa jenis sistem trading yang sering digunakan oleh para trader.

Sistem Martiagle
Sistem Martiagle atau yang juga dikenal dengan sistem averaging, mempunyai prinsip dan konsep tentang bagaimana kita menebus kesalahan dengan membuka posisi baru yang searah, dengan menggunakan lot berlipat. Dengan harapan posisi baru tersebut bisa mendatangkan profit, dan profitnya bisa digunakan menutup kerugian.

Contoh:
Kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1 pada harga 2.100, tetapi ternyata harga bergerak turun ke level 2.050 sehingga mengalami floating loss sebesar - 50 (minus 50 pips). Kemudian kita kembali melakukan open buy dengan lots 0.2 di harga 2.050 pada saat itu juga. Dengan begitu, kini berarti 2 open position. Posisi pertama adalah floating loss sebesar -50 dan posisi kedua 0. Bila harga kemudian naik menuju 2.100 maka posisi pertama menjadi 0 (BEP) dan posisi kedua menjadi profit 100 (lots 0.2 x 50 pips = 100 | lots 0.2 maka 1 pips = $2).

Sistem Scalping
Sistem ini sering diartikan sebagai sistem kutu loncat. Gaya trading ini sangat aktif dan biasanya hanya mengambil keuntungan kecil 2-15 pips. Trader menyimpan posisi dalam hitungan menit bahkan detik. Prinsip trader ini, walaupun profitnya kecil, namun karena dilakukan dalam frekuensi  tinggi, total keuntungannya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Contoh:
Kita melakukan open sell GBP/USD dengan harga berada di level 3.500 dan lots 0.2, lalu harga ternyata turun hingga 3.490. Bagi para pecinta scalping, maka akan segera melakukan close order sebelum harga berbalik arah menuju tren naik. Itu karena dengan posisi ini, trader sudah mendapat keuntungan sebesar $10 (jika lots 0.1 maka 1 pips adalah $1).

Para trader yang melakukan trading forex dengan menggunakan sistem scalping ini juga dikenal dengan sebutan scalper. Dan apabila kita berbicara tentang scalper ada dua jenis scalper, yaitu:
  • Scalper aktif
    Scalper aktif adalah seorang scalper yang melakukan trading puluhan kali dalam satu hari. Biasanya trader ini jeli dalam menganalisis sinyal dan memiliki sikap yang ulet.

  • Scalper pasif
    Scalper pasif adalah scalper yang lebih mengutamakan kualitas lots daripada jumlah pips. Jadi sekalinya si trader memperoleh profit, maka ia akan mendapatkan untung yang besar (bahkan sangat besar). Scalper pasif hanya melakukan 2-3 kali trading dalam sehari.
Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang scalper adalah kecepatan koneksi dengan server broker forexnya, serta mencari broker yang mempunyai spread rendah dengan kisaran 1-2 poin. Karena scalper mempunyai target kecil, maka koneksi dan spread menjadi sangat penting.

Sistem Hedging
Sistem hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan (Buy dan Sell) dengan mata uang sama, dan dengan lots yang sama. Hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader mau kerugian bertambah besar tanpa melakukan cut loss.

Contoh:
Anggaplah kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1, kenudian harga tersebut ternyata berbalik arah (turun). Dan posisi floating loss sampai 15 pips. Maka kita akan melakukan open sell dengan lots yang sama. Sehingga kerugian di - lock pada level 15 pips. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, maka floating tetap berada di level 15 pips

Sistem Long Term
Sistem ini mengambil keuntungan dari fluktuasi harga dalam periode panjang. Biasanya time horizon-nya adalah dalam hitungan mingguan sampai bulanan. Sistem ini sering kali disukai oleh para swing trader dan position trader.


sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Wednesday, December 5, 2012

Perdagangan Forex Konvensional

Forex Konvensional - Tokotua ForexMengikuti perkembangan lingkungan, terutama lingkungan teknologi informasi dan komunikasi, perdagangan forex margin juga telah berubah, yaitu dari konvensional menjadi online. Meskipun demikian, forex dengan cara konvensional belumlah ditinggalkan, apalagi bagi mereka yang kurang menguasai aplikasi komputer, perdagangan forex konvensional tetap menjadi pilihan.

Yang dimaksud dengan perdagangan forex konvensional adalah perdagangan yang dilakukan secara fisik,yaitu menuntut kehadiran para investor di tempat perdagangan atau ditempat trading. Perdagangan forex konvensional dilakukan dengan menggunakan dealing quoteuntuk mendapatkan harga. Dealing quoteadalah komputer yang memuat informasi tentang perkembangan nilai tukar mata uang yang ditransaksikan dan berita-berita yang berkaitan atau memiliki dampak pada sistem perdagangan forex.

Pelaksanaan jual beli bisa dilakukan dengan secara fisik hadir di dealing room,suatu tempat yang berisi komputer yang memuat dealing quotetadi. Intruksi jual dan belu bisa dilakukan secara fisik,yaitu investor datang ke dealing roomdan memasukkan orderannya di komputer. Atau cukup melalui telepon yang berhubungan dengan dealing room.

Karena suatu saat memerlukan kehadiran investor secara fisik,maka perusahaan pialang berjangka atau broker forexbiasanya menyediakan trading room untuk melakukan transaksi yang dilengkapi dengan fasilitas screening untuk melihat pergerakan harga,dan telepon untuk melakukan aktivitas transaksi.  Meskipun dikatakan konvensional,transaksi forex generasi ini bisa tidak memerlukan kehadiran fisik investor,yaitu bisa menggunakan fasilitas telepon dari luar dealing room,seperti dari rumah.

Pada perdagangan forex konvensional ini,nilai kontrak yang lazim adalah USD100,000. Sehingga margin yang dibutuhkan juga relatif lebih besar. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya pada perhitungan transaksi margin trading yang ditetapkan adalah 1% dari nilai kontrak. Jadi,dengan nilai kontrak USD100,000 diperlukan initial margin USD1,000


sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Wednesday, November 21, 2012

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex

Cara kerja dan Penggunaan Indikator Trading Forex - Tokotua ForexSetalah mempelajari cara memilih Indikator Trading, sekarang kita akan membahas tentang cara kerja indikator yang ada dalam Metatrader. Tetapi saya tidak akan membahas satu per satu dari indikator tersebut karena jumlah indikator di Metrateder 4 ada lebih dari 30 indikator. Oleh karena itu, saya akan meringkasnya dengan menjelaskan beberapa indikator yang sering dipakai oleh para trader.

Relative Strength Index
Relative Strength Index atau RSI digunakan untuk menghitung perbandingan antara kenaikan dan penurunan harga. Nilai yang dipergunakan RSI adalah 0-100. Fungsi dari indikator RSI adalah untuk mengetahui apakah harga sedang Overbought atau Oversold.

Penggunaan RSI
Kalau kita menggunakan indikator RSI, bila harga RSI bernilai sangat tinggi ( di atas 80) maka waktunya untuk Open Sell dan bila nilai RSI rendah (di bawah 20) berarti waktunya untuk melakukan Open Buy.

MACD
Moing Average Convergence Divergence adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi. Di dalam MACD terdapat 2 garis yaitu Signal line dan MACD line. Untuk signal line biasanya berwarna merah, dihitung dalam rentang waktu 9 hari, sedangkan MACD line dihitung dari pengurangan selama 26 hari dan 12 hari. MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu untuk buy dan kapan waktu untuk sell.

Penggunaan MACD
Bila MACD posirif dan MACD line memotong signal line dari bawah ke atas maka saatnya buy dan jika MACD negatif dan MACD line memotong signal line maka saatnya sell.

Parabolic SAR
Parabolic SAR (Stop and Reversal) digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya perubahan tren harga. Parabolic SAR digambarkan dengan titik-titik di atas atau di bawah grafik.

Penggunaan Parabolic SAR
Jika indikator Parabolic SAR berada di bawah harga, maka waktunya untuk buy, dan jika Parabolic SAR berada di atas harga maka waktunya untuk sell.

Moving Average
Moving Average atau MA adalah indikator yang sering sekali digunakan para trader. Fungsi indikator ini digunakan untuk menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu. Biasanya digunakan dalam waktu 5 hari, 10 hari, 20 hari, 50 hari, 100 hari, atau 200 hari. Ada 4 variasi MA yang digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:
  • Simple Moving Average (SMA)
  • Linear Weighted Moving Average (LWMA)
  • Exponential Moving Average (EMA)
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dan perbaedaan dari 4 variasi MA adala sebagai berikut, Attach indikator Moving Average kedalam chart, maka akan tampil gambar seperti di bawah ini.

Indikator Moving Average - Tokotua Forex

Dari gambar tersebut, kita bisa memilih variasi MA, baik Simple, Exponential, Smoothed, Linear Weighted. Untuk membedakan keempat variasi di atas, maka akan saya berikan warna yang berbeda dengan periode yang sama. Untuk mengubah warnanya, Anda bisa mengubahnya pada kolom style. Pasa variasi Simple Moving Average (SMA) saya akan beri warna merah, sedangkan untuk variasi Exponential Moving Average (EMA) dan smoothed Moving Average (SMMA) kita berikan warna kuning dan biru, dan untuk Linear weighted Moving Average (LWMA) kita akan berikan warna putih. Dengan memberikan warna pada 4 variasi tersebut, maka kita bisa melihat manakah dari keempat variasi tersebut yang sensitif, dan mana yang tidak sensitif dalam merespon harga.

Variasi Indikator Moving Average - Tokotua Forex
Klik untuk memperbesar Gambar
Dari keempat variasi Moving Average di atas, ternyata yang paling sensitif (paling cepat merespon perubahan harga) adalah jenis SMA, EMA dan LWMA. Maka dari itu, ketiga variasi tersebut biasanya sering dipakai untuk bertransaksi jangka pendek. Sedangkan SMMA adalah variasi MA yang kurang sensitif dlam merespon perubahan harga, dan biasanya dipakai untuk transaksi jangka panjang. Semakin sensitif indikator akan sangat membantu untuk memprediksi harga, namun terkadang semakin sensitifnya indikator juga sering memberikan false signal (sinyal yang dihasilkan bisa saja salah atau tidak berlangsung lama). Jika anda ingin bermain aman, maka pilihan yang paling cocok adalah menggunakan variasi SMA dibandingkan dengan variasi yang lainnya. Tetapi jangan anda bermain yang beresiko, dalam arti untungnya besar akan tetapi resikonya juga besar. Anda bisa memilih variasi SMA karena lebih sensitif dalam memberikan sinyal. Walaupun demikian, semua variasi indikator hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam membuat keputusan, sedangkan kitalah yang sebenarnya menentukan keputusan tersebut berdasarkan petunjuk indikator.

Penggunaan Moving Average
Penggunaan MA sangat sederhana, anggaplah kita membuat MA dengan periode 8 (merah) dan 12 (biru). Maka ketika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari atas kebawah, maka itu berarti sudah saatnya bagi kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya jika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari bawah ke atas, maka saatnya untuk buy.

Stochastic Oscillator
Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah atau tertinggi selama periode waktu tertentu.

Penggunaan Stochastic Oscillator
Penggunaan Stochastic Oscillator adalah, jika nilai Stochastic di atas 80 dan dikatakan overbought, itu berarti sudah waktunya untuk sell, namun jika nilai Stochastic di bawah 20 dan dikatakan oversold, itu berarti sudah waktunya untuk buy. Begitu juga dilihat dari garis %K dan %D. Jika %K memotong %D ke atas, berarti waktunya untuk buy. Dan jika %K memotong %D ke bawah berarti waktunya untuk sell.

William Percent Range
William Percent Range (WPR) adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu harga sudah overbought atau oversold. Harga yang sedah overbought cenderung turun, sedangkan harga yang sudah oversold cenderung untuk naik. Nilai untuk indikator adala 0-100.

Penggunaan William Percent Range
pada prinsipnya, penggunaan indikator ini sangatlah mudah. Bila harga bernilai sangat tinggi, di atas -20, maka waktunya untuk sell dan bila harga bernilai sangat rendah, di bawah -80, maka waktunya untuk buy.

Bollinger Bands
Bollinger Bands merupakan indikator yang dibuat dari dua buah garis yang berada pada standar deviasi tertentu dari garis tengah. Bollinger Bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Indikator ini akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, dan akan menyempit bila harga bergerak relatif datar.

Penggunaan Bollinger Bands
Cara penggunaan indikator Bollinger Bands adalah jika harga menyentuh garis atas maka waktunya kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya, jika harga menyentuh garis bawah maka waktunya untuk buy. Tetapi perlu diketahui bahwa ketika harga keluar dari garis atas ataupun garis bawah, kemungkinan besar pergerakan harga tersebut akan terus berlanjut.

Money Flow Index
Money Flow Index (MFI) dikembangkan oleh Laszlo Biriyi, Jr. Indikator ini mengukur seberapa besar aliran uang masuk dan keluar dari suatu produk sekuritas. Indikator ini hampir sama dengan indikator Relative Strength Index (RSI), bedanya adalah indikator RSI hanya memperhitungkan harga, sedangkan indikator MFI juga memperhitungkan volume.

MFI membandingkan aliran uang positif dan aliran uang negatif untuk mendapatkan suatu indikator, yang kemudian dibandingkan dengan harga. Hal ini dilakukan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu tren. Seperti halnya RSI, indikator MFI juga menggunakan skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode 14 hari. Semakin besar jangka waktu periode yang digunakan, pergerakan naik-turunnya indeks MFI akan lebih halus dan lebih stabil.

Rasio uang positif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih besar dari harga khusus kemarin. Sedangkan rasio uang negatif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih kecil dari harga khusus kemarin. Besarnya harga uang positif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang yang positif sebanyak periode yang ditentukan. Begitu pulsa besarnya uang negatif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang negatif sebanyak periode yang ditentukan.

Penggunaan Money Flow Index
Penggunaan indikator MFI hampir sama dengan penggunaan indikator RSI, yaitu dapat digunakan sebagai indikator pembalikan arah tren (divergence) atau sebagai indikator terjadinya titik jenuh beli (overbougth) ataupun titik jenuh jual (oversold).

Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu produk, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga. Namun demikian keadaan seperti ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, baru kemudianterjadi perubahan arah tren harga. Karena itu, sebaiknya penggunaan indikator ini digabungkan dengan penggunaan indikator lainnya.

Dengan menggunakan metode tersebut, kita dapat mendapatkan perkiraan bahwa sinyal beli akan muncul jika arah pergerakan MFI naik, sementara arah pergerakan harga menurun. Sebaliknya sinyak jual muncul jika arah pergerakan indikator MFI turun, sedangkan arah pergerakan harga naik.

Indikator MFI juga dapat digunakan untuk menentukan apakah terlalu banyak ataukah masih terlalu sedikit volume yang sedang diperdagangkan. Jika sudah terlalu banyak volume yang diperdagangkan, maka akan terjadi kedaan jenuh beli sehingga investor cenderung turun. Jika kita menggunakan metode yang didasarkan oleh volume, maka sinyal jual (sell) muncul jika MFI berada di atas 80 dan sinyal beli (buy) muncul jika MFI berada di bawah 20.


sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/

Friday, November 9, 2012

Memilih Indikator Trading

Memilih Indikator Trading - Tokotua ForexSebelum kita masuk dalam tahap pembuatan Expert Advisor, kita perlu mengenal beberapa indicator beserta cara kerjanya, karena kita harus memilih salah satu indikator tersebut jika ingin membuat EA (Expert Advisor). Fungsi indikator akan digunakan sebagai entry untuk kapan buy dan kapan kita sell. Dan dari sinilah kita bisa menentukan sebuah sistem trading yang sesuai dengan keinginan kita. Sebagai tahap awal kita akan belajar tentang indikator standar yang ada dalam platform Meta Trader yang dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

Indikator yang bersifat Oscillator,
Indikator ini biasanya tidak menempel dalam chart dan mempunyai nilai tersendiri di suatu range tertentu. Beberapa indikator yang masuk dalam kategori oscillator adalah : Avarage True Range, Bears power, Bulls Power, DeMarket, Envelopes, Force Index, Ichimoku kinko hyo, MACD, Momentum, Moving Avarage of Oscillator, Relative Strenght Index, Relative Vigor Index, Stochastic Oscillator, Williams’ Percent Range.

Indikator berdasarkan Volume,
Indikator ini menggunakan volume transaksi sebagai basis perhitungan yang berguna untuk mengetahui psikologi pelaku pasar, seperti Accumulation/Distribution, Money Flow Index, On Balance Volume dan Volumes.

Indikator berdasarkan Tren,
Indikator ini sangat berguna untuk mengtahui apakah saat ini market forex sedang uptrend atau downtrend. Indikator ini menempel pada grafik di dalam chart. Contohnya: Average Directional Movement Index, Bolling Bands, Commosity Channel Index, Moving Average, Parabolic SAR dan Standard Deviation.

Indikator Bill William,
Indikator ini adalah sistem trading yang diciptakan oleh 'Bill William', yang sangat berguna untuk mengukur percepatan dan perlambatan harga dari kekuatan pergerakan harga atau mengevaluasi efisiensi dari pergerakan harga.Jenis indikator ini adalah: Accelerator Oscillator, Aligator, Awesome Oscillator, Fractals, Gator Oscillator dan Market Facilitation Index.

Indikator lainnya atau Costum Indicator,
Costum Indicator adalah indikator dalam Meta Trader 4 yang sudah di setting secara default. Untuk penggunaannya kita cukup attach indicator kedalam grafik.

Menentukan Rule,
Setelah mengetahui jenis indikator, sekarang saatnya kita menentukan Rule untuk membuat EA dari beberapa indikator tersebut mana yang akan Anda gunakan untuk membuat EA? Sudahkah Anda menentukan Entry untuk Buy dan Entry untuk Sell? Jika belum menentukan rulenya, alahkah baiknya Anda mencoba dari beberapa indikator yang sudah di bahas dan cobalah di demo account terlebih dahulu. Selain memilih indikator yang akan digunakan, ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu menentukan berapa Take Profit yang diinginkan, Stop Loss yang akan dipakai untuk meminimalkan risiko, serta Time Frameyang tepat dalam penggunaan indikator tersebut. Hal ini yang perlu dilakukan secara disiplin agar kita bisa menentukan beberapa indikator yang pas dan cocok untuk dibuat menjadi EA.

Jika sudah menentukan indikator beserta Entry nya, maka kita akan mempelajari tentang jenis-jenis sistem trading forex, agar bisa mengetahui karakteristik dari beberapa sistem trading. Biasanya, sebuah program EA ataupun indikator menecerminkan karakteristik pembuatnya. Jika Anda termasuk orang yang kurang sabar dan ingin cepat profit, biasanya lebih suka tipe atau jenis sistem trading Scapling. Sedangkang jika Anda orangnya sabar dan banyak kesibukan, biasanya akan memilih sistem trading tipe Long Term. Lalu, termasuk tipe apakah Anda? Untuk lebih jelasnya tunggu artikel selanjutnya tentang jenis-jenis sistem trading forex.


sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com/